jiki ramdani blog

( SEBUAH PROLOG YANG AKU TEMUKAN DARI UJUNG URAT NADI KU, DAN SEBUAH PEMBUKA CERITA YANG AKU TEMUKAN DARI RUMITNYA LINTASAN URAT-URAT DIDALAM TEMPURUNG KEPALAKU, AKU INGIN BERCINTA DENGAN KAMU DENGAN SEGENAP JIWA YANG TERTINGGAL, NAFASKU MENIPIS SUDIKAH KIRANYA DIRIMU MEMOMPA PARU-PARUKU HINGGA AKU BISA BERNAFAS KARENA CINTAMU)


Sulaman Cinta di atas Kopiah sulaiman
(cerpen-novel)
by : Jiki ramdani

Selama ayam diseluruh penjuru dunia masih berteriak ku ku ku ku
aku tak berani meninggalkan senyumanmu dari hadapan rupaku
selama kucing diseluruh penjuru dunia masih berteriak miao miao miao miao
aku pun tak berani meninggalkan bayanganmu dari kelemahan bathinku
dan jika sang Api menjilati sang kayu tak membuatnya menjadi sang abu
barulah aku berani meninggalkan senyuman dan bayanganmu
cintaku tulus melingkupi lengkungan bulatnya bumi.

" cintaku bukanlah gulungan nafsu, cintaku adalah fitrah, rahmat dari ilahi"
--------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------
"lihatlah, sudah aku rajut rahasia cinta mu diatas kopiahku"
--------------------------------------------------------------------
"aku ingin menjadi imammu, tiang-mu dan layar mu"
--------------------------------------------------------------------
"Hiduplah dengan ku,akan aku penuhi ruang di lambungmu dengan kata-kata lembut dari dasar jiwaku"
--------------------------------------------------------------------
"aku sudah mentasbihkan nafasmu diantara doa-doaku yang tersembunyi"
--------------------------------------------------------------------
"pertemukan aku dengan senyuman yang bisa mengubah akhir cerita hidupku yang tersembunyi"
----------------------------------------------------------------------------



" Ketika sinar malam padam dan aku dibuatnya sendiri, kutinggikan suara-suaraku diantara kelemahan sedu sedan penghujung malam melalui tasbih yang bertemu sang tahajud"


jiki ramdani blog


ini adalah sebuah mahakarya yang wajib ditonton oleh semua remaja, tuntunan dan ajaran yang disampaikan dalam film Ketika cinta bertasbih ini sangat bermanfaat. setelah sukses film ketika cinta bertasbih 1, menurut kabar film kcb 1 mendapat jumlah penonton sebanyak 3 juta, film ketika cinta bertasbih 2 lanjutan dari film Ketika cinta bertasbih 1 sudah ditayangkan dibioskop-bioskop seluruh indonesia sejak tanggal 17 september 2009. dalam film Ketika cinta bertasih 2 ini akan dijawab seluruh misteri cinta yang ada di film KCB 1, ini adalah jawaban dari Film Ketika cinta bertasbih pertama.
film ketika cinta bertasbih 2 ini mengambil lokasi syuting di magelang, yogyakarta, kudus dan solo, film ketika cinta bertasbih 2 sytuting dari bulan Februari hingga maret 2009, sudah menghabiskan masa 33 hari syuting. ada aktor tambahan dalam film ketika cinta bertasbih 2 ini, yaitu dude harlino dan asmirandah.
this is the best film.


OST Film Ketika Cinta Bertasbih 2




Syuting Film Ketika Cinta Bertasbih Jilid 2

jiki ramdani blog
jiki ramdani blog


simpul cina (zhong guo jie), juga dikenal sebagai simpul penghias , adalah khas kesenian lokal Cina. simpul cina merupakan kerajinan yang khas dan merupakan kerajinan tradisional rakyat Cina tenun secara terpisah dari satu potong benang dan dinamai sesuai dengan bentuk dan makna. Dalam bahasa Cina, kata simpul berarti "Reunion" atau "perkawinan." simpul Cina memiliki sejarah panjang dan mendalam makna budaya, dan sering untuk mengungkapkan keinginan baik, sukacita dan kemakmuran. Mereka juga menggunakan simpul Cina untuk merekam acara khusus. Simpul Cina berkisar dari simpul sederhana ke gaya hias knot. simpul Cina biasanya dibuat dengan tali sutra dan tradisional merah, hitam dan warna emas. (sumber: www.thebeijinger.com/.../Making-Chinese-Knotting)
jiki ramdani blog




anda suka menggambar naruto, saya sajikan cara menggambar naruto secera sederhana yang saya kutip dari situs :www.howtodrawguide.com . selamat mencoba
jiki ramdani blog


ehm apakah anda pernah melihat simpul china? biasanya digunakan untuk hiasan seperti hiasan lampion/lentera, hiasan dinding, hiasan mahkota puteri kerajaan dan lain-lainnya. kita sering melihatnya kan. hehehehe saya upload gambar bagaimana cara membuatnya. semoga ini bisa bermanfaat ok. selamat mencoba
jiki ramdani blog
dibawah ini adalah nama jiki ramdani menggunakan huruf mesir kuno :


baca : jiki ramdani


anda tau tidak cara baca tulisan diatas? ehm hehehehe diatas itu huruf mesir kuno, huruf diatas dibaca jiki ramdani, kok bisa sih? ehm hehehehe kamu mau juga nama kamu pake huruf mesir kuno. nah silahkan buka website : http://hieroglyphs.net/000501/html/000-042.html

berikut jiki berikan caranya agar mudah :


selamat mencoba.
jiki ramdani blog



Ancient Egyptian Writing - Understanding Hieroglyphs

The Grammar of Hieroglyphs

Ancient Egyptian writing consists of phonetic glyphs, logograms and determinatives.

Most signs are phonetic in nature, meaning it is read as a sound independent of its visual characteristics. A phonetic glyph can sound as one consonant (mono or uniliteral) or a combination of two (biliteral signs) or three (triliteral signs) consonants. Egyptian hieroglyphic writing does not normally indicate vowels. In modern transcriptions an e is added between consonants to aid in their pronunciation. For example, nfr "good" is typically written nefer.

A very common ocurrence in ancient Egyptian writing is the phrase ntr ntrw, meaning "god of gods" as in "Amen Re God of Gods". In the movie "Stargate", the Egyptologist played by James Spader seizes an opportunity to figure out the correct pronunciation of this epithet. The "Egyptian" woman next to him when he's reading the glyphs tells him the "right" pronunciation is "Nater Naturu" but, then again, this is Hollywood.

The uniliteral signs below make up the so-called hieroglyphic alphabet. Egyptians never simplified their complex writing into a true ancient Egypt alphabet.
Logograms are single written symbols that represent an entire word or phrase without indicating their pronunciation.

Determinatives are placed at the end of the word. These characters serve to clarify the meaning of the word. Divinities, humans, parts of the human body, animals and plants are some of the most common determinatives.

Visually, ancient Egyptian writing is more or less figurative. The symbols represent real or imaginary elements, sometimes stylized and simplified, but all generally perfectly recognizable in form. However, the same sign can mean an object or an abstract idea.

Ancient Egyptian language is written from right to left, from left to right, or from top to bottom, the usual direction being from right to left. The reader must consider the direction in which the asymmetrical hieroglyphs are turned in order to determine the proper reading order. For example, when human and animal pictures face to the right they must be read from right to left, and vice versa.

Like many ancient writing systems, words are not separated by blanks or by punctuation marks.

A definitive ortography was never developed, and ancient Egyptian scribes considered the artistic aspects of the hieroglyphs in their spelling, including redundancies, adding several characters with the same sounds, to guide the reader or to fill up empty space.

Egyptologists have compiled some basic grammatical rules.

Nouns are always accompanied by a mute vertical stroke indicating their status as a logogram.

The feminine form of a word has the suffix (t).

The doubling of a sign indicates its dual; the tripling of a sign indicates its plural.

The plural is also formed by adding the suffix or (w).

Offensive characters, funerals, taboos, rare or complex, can be replaced by a slanted stroke.

The two last names of the reigning pharaoh are always placed within a cartouche.

discovery at rosetta book by jonathan downsAs writing developed and became more widespread among the Egyptian people, simplified glyph forms developed, resulting in the hieratic (priestly) and demotic (popular) scripts. These variants were also more suited than the elaborate pictures for use on papyrus. Hieroglyphic writing was not, however, eclipsed, but existed along side the other forms, especially in monumental and other formal writing. The Rosetta Stone contains parallel texts in hieroglyphic and demotic writing.

The breakthrough in decipherment of ancient Egyptian writing was done by Thomas Young and Jean-François Champollion beginning in the early 1800s. The discovery in 1799 of the Rosetta Stone provided the critical information which allowed Champollion to discover the nature of the hieroglyphic script by the 1830s.

This was a major triumph for the young discipline of Egyptology.
source : www.all-about-egypt.com/understanding-hierogl..
source picture : http://hieroglyphs.net/000501/html/000-044.html
jiki ramdani blog
jiki ramdani blog


Berdasarkan sejarah tatar (kawasan) Sunda, terdapat tujuh bentuk/jenis aksara. Antara lain: pallawa, pranagari, Sunda kuno, Jawa (carakan), Arab (pegon), cacarakan, dan Latin. Uniknya, rata-rata aksara itu dipakai dalam 2 hingga 3 abad, tergantung periode pemerintahan serta social dan budaya saat itu. Nah, pergantian aksara yang tidak dilestarikan ini, membuat warga Sunda pada abad selanjutnya tidak mengetahui aksara buatan leluhurnya
(www.deplujunior.org/koran_berani.html?id=622)

latar belakang sejarah
Setidaknya sejak Abad IV masyarakat Sunda telah lama mengenal aksara untuk menuliskan bahasa yang mereka gunakan. Namun demikian pada awal masa kolonial, masyarakat Sunda dipaksa oleh penguasa dan keadaan untuk meninggalkan penggunaan Aksara Sunda Kuna yang merupakan salah satu identitas budaya Sunda. Keadaan yang berlangsung hingga masa kemerdekaan ini menyebabkan punahnya Aksara Sunda Kuna dalam tradisi tulis masyarakat Sunda.

Pada akhir Abad XIX sampai pertengahan Abad XX, para peneliti berkebangsaan asing (misalnya K. F. Holle dan C. M. Pleyte) dan bumiputra (misalnya Atja dan E. S. Ekadjati) mulai meneliti keberadaan prasasti-prasasti dan naskah-naskah tua yang menggunakan Aksara Sunda Kuna. Berdasarkan atas penelitian-penelitian sebelumnya, pada akhir Abad XX mulai timbul kesadaran akan adanya sebuah Aksara Sunda yang merupakan identitas khas masyarakat Sunda. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat menetapkan Perda No. 6 tahun 1996 tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda yang kelak digantikan oleh Perda No. 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

Pada tanggal 21 Oktober 1997 diadakan Lokakarya Aksara Sunda di Kampus UNPAD Jatinangor yang diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat dengan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Kemudian hasil rumusan lokakarya tersebut dikaji oleh Tim Pengkajian Aksara Sunda. Dan akhirnya pada tanggal 16 Juni 1999 keluar Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 343/SK.614-Dis.PK/99 yang menetapkan bahwa hasil lokakarya serta pengkajian tim tersebut diputuskan sebagai Aksara Sunda Baku.

Saat ini Aksara Sunda Baku mulai diperkenalkan di kepada umum antara lain melalui beberapa acara kebudayaan daerah yang diadakan di Bandung. Selain itu, Aksara Sunda Baku juga digunakan pada papan nama Museum Sri Baduga, Kampus Yayasan Atikan Sunda dan Kantor Dinas Pariwisata Daerah Kota Bandung. Langkah lain juga diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya yang menggunakan Aksara Sunda Baku pada papan nama jalan-jalan utama di kota tersebut.

Namun demikian, setidaknya hingga akhir tahun 2007 Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat belum juga mewajibkan para siswa untuk mempelajari Aksara Sunda Baku sebagaimana para siswa tersebut diwajibkan untuk mempelajari Bahasa Sunda. Langkah memperkenalkan aksara daerah mungkin akan dapat lebih mencapai sasaran jika Aksara Sunda Baku dipelajari bersamaan dengan Bahasa Sunda. Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Lampung dan Propinsi Jawa Tengah telah jauh-jauh hari menyadari hal ini dengan mewajibkan para siswa Sekolah Dasar yang mempelajari bahasa daerah untuk juga mempelajari aksara daerah.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Sunda_Baku