jiki ramdani blog
rabu jam 20:32
by jiki ramdani.

cintaku bukanlah gulungan nafsu yang membakar jiwaku dan jiwamu.
cintaku adalah salam dan doa untukmu, wahai cinta yg tercinta.
aku selalu berdoa agar engkau sehat selalu.
usaha ku untuk selalu bersamamu adalah gambaran setiaku.
jauh didalam setiap ruang hampa jantungku namamu menggema memantulkan getaran sendu hingga nadiku berdenyut merdu.
jauh dari dalam otakku, lidahku bergerak menyerukan namamu hingga dinding tempurung tengkorak kepalaku menipis dan hampir remuk.
cintaku adalah sapaan lembut untuk hatimu
cintaku bukan nafsu tetapi sepotong ayat untuk kau ingat sekarang hingga nanti.
jiki ramdani blog
rabu jam 22:25
by: jiki ramdani

antara cinta dan nafsu berjarak satu inchi, nafsu itu bukan sesuatu yang jahat tetapi sesuatu yang membelit uratmu dan uratku hingga membuat nafas terdengar sesak tetapi aku menyukainya.
memang benar aku memiliki nafsu tetapi nafsu cintaku itu merupakan bagian terkecil dari komponen cinta dan rasa.
nafsu adalah ornamen bias yang menggantung diujung kerongkonganku dan kerongkonganmu.
cintaku, memang benar ada nafsu dihatiku tetapi aku tidak membangun kesetiaanku dengan nafsu melainkan dengan kombinasi rasa, suka, sayang, rindu, bahagia, duka, tawa, sedih, luka, kecewa, marah, benci yang menghasilkan sesuatu yang menurutku itu cinta.
jiki ramdani blog
by jiki ramdani

panggil aku sayang ketika aku terbang melayang-layang
panggil aku sayang ketika aku terbayang rupamu
segurat rasa membelenggu setiap ujung tulang rusukku
nafas mentasbihkan gumaman-gumaman tak berarti...
aku ditimpa kemalangan seorang saja
aku ditimpa kemalangan dalam keyakinan yang membunuh denyut nadiku
aku cuma begini apa adanya,
See
jiki ramdani blog
jiki ramdani blog
Sad Guitar : "Fire"
23 Oktober 2009 jam 20:09
by: Jiki Ramdani

ketika api datang dan mengatakan hallo kepada ratusan sajakku, abu yang akan berbicara.
ketika api merambat naik mengenai tinta tinta hitam yang membentuk jutaan huruf, asap yang akan berbicara.
siang ini aku cuma berteduh dibawah gitar yang aku letakkan diatas pundakku.
jiki ramdani blog
Sesuatu
25 Oktober 2009 jam 11:45
by jiki ramdani

sesuatu yang bernafas, berjalan, bergerak
adalah rupang rupang mega yang berarak membentuk aksara namamu
yang tertasbihkan oleh angin yang berlalu
darahku berwarna merah terkuras untuk belajar karena menemukan sesuatu
yang dinamakan sesuatu juga
entah kapan sepoi sepoi angin berjalan lagi didepan istana sang pandita dewi
sesuatu yang menguras hati adalah sesuatu yang mengingati akan aksara namamu
sesuatu yang menguras roh adalah sesuatu yang merindukan sesuatu yang membentuk aksara namamu
jadikan dirimu dan diriku menjadi sesuatu yang tak berbentuk dan tak berwujud
jadikan dirimu sesuatu yang samar tetapi tampak oleh mata angin
dan aku menjadikan diriku menjadi sesuatu yang nyata untuk..........
untuk mengingati sesuatu dari setiap sesuatu yang masuk kedalam urat-uratku yang menempel pada tempurung tengkorak kepalaku.
jiki ramdani blog
Sajak huruf "R" : Rembulan Redup

by jiki ramdani
02 november 2009

rumput rimbun riang
rantai risau rapuhkan ragaku
rindu rapuhkan rusukku
rasakan rupamu rayapi ragaku
rasakan rasaku rayapi ragamu
redam ribut rayuan
redam risau ragaku
rebut rembulan redup redam rasa rinduku
rampas rupaku
rampas ragaku
rebut rinduku
rona rupa rembulan redup remang remang
rinduku robekkan ragaku
rapuh ragaku rebah risau

by jiki ramdani
02 november 2009
[sajak huruf "R" [ 2] : rahasia rupa rindu]

rahasiamu rahasiaku
rindumu rinduku
ringkikkan rongga ratapan rindu rapuhkan rupaku.
ratapan rindu rahasia rupa ruang ronggaku.
rindu rupamu, ringkik rayu rindu rindu.
riwayat rasaku robohkan ragu rayuanmu.
rasa rindu remukkan ronggaku
rupamu rayapi ragaku
rasa rinduku robohkan risauku.
rahasia riwayat rupa rinduku rayapi rongga rongga ragaku.
remang remang rembulan remukkan rasaku
rasa rinduku rayapi rongga rongga ragaku.
jiki ramdani blog
Dataran Panjang 2
by: Jiki Ramdani
1 november 2009

Dataran panjang bukanlah tanah panjang
dataran panjang juga bukan padang panjang
dataran panjang adalah graha ketika jutaan rasa bersua
kita bermain layang-layang didataran panjang
kita berlari-lari seolah melayang-layang didataran panjang
kau bilang aku yang tersayang
dan aku bilang kau begitu penyayang
ayang-ayangku jadi melayang-layang
ayang-ayangku jadi terbayang-bayang disetiap urat rasa yang saling bertalian
dataran panjang indah memanjang
tapi ayang-ayangku terbang melayang tinggi...
jiki ramdani blog
Bahan dan Alat:

* Bambu tali, belah-belah selebar 1cm, dan potong-potong dengan ukuran: 60cm (4 batang), 112cm (4 batang), 120cm (1 batang), 4cm (8 batang). Agar bambu lentur, rendam dalam air terlebih dahulu.
* Kertas emas.
* Plastik kaca ukuran 2cmx15cm.
* Lem kanji atau sagu. Buat sendiri lem ini, dengan mencampurkan sagu dan terigu (perbandingan 1/4:1). Kemudian campur dengan air, dan aduk hingga mengental.

Langkah pembuatan:

1. Buat lingkaran dari tiap batang bambu. Satukan kedua ujung bambu dengan plastik kaca, kemudian rekatkan dengan lem sagu. Hasilnya adalah lingkaran bambu berdiameter 15cm (4 buah), 28cm (4 buah), dan 35cm (1 buah).

2. Gabungkan 4 lingkaran berdiameter 28cm, menjadi rangka bola. Satukan kedua bagian lingkaran, yang bersentuhan, dengan tali dan lem sagu.

3. Masukkan rangka bola ke dalam lingkaran berdiameter 35cm. Posisi lingkaran tepat di tengah rangka. Ikat setiap sisi rangka bola, yang bersentuhan dengan lingkaran.

4. Gabungkan dua lingkaran 15cm, dalam posisi sejajar dengan jarak 4cm, hingga menjadi dua lingkaran ganda. Caranya dengan menempelkan empat batang kayu 4cm, masing-masing saling berhadapan.

5. Letakkan dua lingkaran ganda, masing-masing pada bagian atas dan bawah lampion design collection. Ikat setiap batang 4cm dengan setiap rusuk bola, menggunakan tali.

6. Buat pola mal pada karton putih, berupa satu bidang trapesium rangka bola. Kemudian, lipat kertas minyak, menjadi 16 lembar. Letakkan mal di atas lembaran-lembaran tadi. Gunting kertas minyak, mengikuti pola mal. Lebihkan sisi-sisinya, dengan jarak 1cm dari garis pola.

7. Beri lem sagu pada setiap rusuk rangka bola. Mulailah menempelkan kertas-kertas minyak. Bungkus lingkaran-lingkaran ganda dengan kertas emas.

8. Setelah seluruh permukaan tertutup, hias lampion dengan guntingan-guntingan kertas emas.

www.kompas.com
jiki ramdani blog


( klik gambar-gambar ini untuk memperbesar)