jiki ramdani blog
Sebenarnya dan seharusnya : by jiki ramdani 17 juni 2009
____________________________________
Rongga dadaku panik mendengar rinduku terbenam
dikedalaman senyum tipis mu.
tersendat oleh kata yang membanjiri dari dalam nadi
hingga ubun-ubun ku dipenuhi cinta. sebenarnya aku tak pantas menjahit kasih bersama mu
dan seharusnya aku membiarkan mu bahagia...
bukannya aku tega menelantarkan rindu yang menjerit dari dalam urat syaraf ku..
terbelit ubun-ubun mu oleh suatu alasan yang membakar lidahmu
hingga yang kudengar adalah bahasa lemahmu yang menarik diriku..
untuk cintai kamu lagi..
sebenarnya aku tak tahu dan seharusnya aku tahu..
atas nama cinta yang engkau ucapkan aku melepaskanmu..
dan sebenarnya rindu ini masih menguasai pikiranku dan seharusnya aku membiarkan mu bahagia..
sebenarnya jiwaku layu dan seharusnya jiwaku kuat..


Sebenarnya dan Seharusnya (2) by:jiki ramdani 17 juni 2009
_____________________________________
Aku tak akan mempertanyakan mengapa engkau begitu,
dan aku juga tak akan memintamu sebuah alasan mengapa engkau begitu.
sebenarnya aku tidak tahu dan seharusnya aku tahu..
emosi dan marah aku simpan didalam lambungku yang telah menciut
menjadi gumpalan daging yang membusuk.
betapa ganasnya emosi dan marahku
tetapi aku menjamin semua itu tak akan menyayat nadi dan urat syarafmu.
karna cinta ini bernafas lemah dan sekarat.
senyuman mu mengancam seluruh bakteri yang menggerogoti hati,
jantung dan lambung.
kelembutan mu membuat kabur keraguanku kepadamu.
tapi itu dulu.
kini senyuman dan kelembutan mu lemah tak bertenaga
serta tak mampu lagi mengusir sisa-sisa bakteri yang mengumpat
dilapisan luar tulang belulang tubuhku.
sebenarnya aku tak sanggup hidup tanpa cintamu dan
seharusnya aku mampu berjalan dan bernafas tanpa cintamu....
sebenarnya dan seharusnya, bagaimana?
0 Responses

Posting Komentar