jiki ramdani blog
malam harinya aku terkena demam, ibu sibuk menjaga aku yang terus saja menangis, aku tertidur tetapi mengigau. ibu mengompress kepala aku dengan handuk kecil yang telah dibasahi oleh air hangat, seluruh tubuh aku terasa begitu panas dan juga dingin. aku menangis terus semalaman. ayah menatap wajah aku yang sedang tertidur" kasian zakky, ayah sayang sama zakky, zakky cepat sembuh yah, kalo seperti ini ayah jadi khawatir tau" sesekali ayah mencium pipi dan kening aku"muah, muah, anak ayah sudah besar sekarang, cepat besar ya sayang" ayah memeluk aku.
"tubuh zakky panas sekali"kata ayah.
ibu mengelap kening aku yang penuh dengan keringan dingin
"zakky ini tadi sore main hujan-hujanan, ibu sudah mewanti-wanti pasti zakky main hujan-hujanan, dia itu nakal tapi lucu. kalo melihat zakky main hujan-hujannan sambil lari-lari ibu jadi bahagia karena dia bisa tertawa lepas, senyuman dia itu membuat ibu gemas. tapi zakky ini mudah sekali sakit, tubuh zakky sangat lemah, ibu jadi khawatir sekali" ibu menyandarkan kepalanya kebahu ayah, ayah terseyum lalu katanya" iya, kalo zakky main hujan-hujanan dia tampak begitu manis sekali, apalagi kalo dia lari-lari sambil main lumpur tanah, ..ayah jadi ingat sewaktu pertama kali zakky main hujan-hujanan, waktu itu zakky baru berusia 3 tahun, zakky sangat takut sekali melihat hujan, zakky selalu mengumpat dibelakang punggung ayah atau zakky selalu minta digendong, pernah suatu kali ayah mengajak dia main hujan-hujannan, begitu air hujan membasahi kepalanya zakky langsung menangis , dia lucu sekali, lalu ayah mengajak dia main lumpur tanah, zakky juga takut menyentuh tanah, setelah ayah membuatkan sebuah bangunan kecil dari lumpur tanah zakky jadi tidak takut lagi, malah kalo zakky melihat air hujan zakky jadi selalu ingin main hujan-hujanan..zakky itu lucu sekali..selalu membuat kita khwatir dengan kenakalan yang khasnya itu" ayah terseyum lembut, sesekali ayah mencium pipi aku. aku sedang tertidur pulas sekali, aku mengigau, meracau sesuatu" tangkap, tangkap belalang itu jangan sampai terbang..uwaaaaaaaaaa ada kupu-kupu..wah banyak sekali kupu-kupu itu" kata aku sambil tertidur, keringat terus saja mengalir dengan deras dari seluruh tubuh aku.
"zakky ini kalo tertidur suka bicara sendiri, kalo dia mengigau dan meracau, selalu yang diucapkannya itu belalang dan kupu-kupu, pasti dia sangat suka hewan-hewan itu" kata ayah
ibu lalu memotong kata-kata ayah" zakky itu sukanya pada ikan warni-warni, ayah ingat tidak sewaktu hari ulang tahun zakky kemarin, dia meminta ikan warna-warni sebagai hadiahnya"
ayah tertawa " oh iya ya..dia itu sukanya sama ikan warna-warni, begitu ayah membelikan ikan warna-warni dia langsung happy..melompat-lompat kesana-kemari.." ayah lalu berfikir sejenak, lalu meneruskan kata-katanya" bagaimana kalo minggu depan kita jalan-jalan ke laut saja, kita memancing ikan, zakky dan arif pasti suka"
malam semakin larut tetapi ayah dan ibu tidak bisa tidur, ayah dan ibu menjaga zakky sampai shubuh tiba.
****
ayam berkokok kencang sekali tanda pagi telah tiba. setelah mandi ayah langsung bergegas kekamar zakky, ayah menyentuh kepala zakky untuk memastikan apakah demamnya sudah sembuh, kepalanya masih sedikit hangat. ayah membangunkan zakky pelan-pelan" zakky sayang bangun dong, sudah pagi nih, ayah ingin melihat wajah zakky yang lucu itu"
pelan-pelan aku membuka kedua mata aku, aku melihat wajah ayah yang sedang tersenyum kearah aku, aku mencoba tersenyum" ayah selamat pagi ayahku"
"selamat pagi anakku yang tersayang" jawab ayah.
ayah mengajakku untuk segera sarapan pagi, dimeja makan arif dan ibu sudah menanti.
"anak ibu sudah sembuh belum sih?"tanya ibu ke aku.
"si zakky kecil nakal sudah sembuh belum sih?" kata arif sambil mengikuti kata-kata ibu.
aku membulatkan kedua mata aku, aku menatap ke arah kakak arif" sudah, zakky sudah sembuh wahai kakak arif ku yang nakal juga" kata aku sambil tertawa kearah arif.
"sudah-sudah kalian jangan bercanda terus, nanti ayah takut kalian malah bertengkar,sekarang kalian makan yah yang banyak, kalian harus sehat dan kuat"kata ayah.
aku dan arif berlomba menyantap makanan yang ada dimeja makan. ayah berdehem " ehem hem kalian ini kenapa sih ,makan harus hati-hati jangan cepat-cepat, seperti sedang berlomba makan saja" tambah ayah.
"zakky makan sayur yah..arif juga jangan makan ayam goreng terus, arif harus makan sayur"
"aku tidak mau, aku tidak suka sayur, aku mau makan ayam goreng saja" kata arif sambil memakan ayam goreng.
"pokoknya kalian berdua harus makan sayur" ayah menambahkan sayur bayam kedalam piring aku dan arif. aku dan arif terpaksa memakan sayur itu meski sebenarnya kami tidak suka makan sayur bayam.
arif mengambil ayam sayap ayam goreng, aku langsung marah " itu punya aku, aku suka sayap ayam goreng, pokoknya aku mau sayap ikan goreng itu" kata aku.
arif tidak mempedulikan aku, dia malah memakan sayap ayam goreng itu.
aku menangis " aku mau sayap ayam goreng itu..aku mau sayap ayam goreng itu"
"zakky jangan seperti itu, makan yang mana saja, makan tidak boleh pilih-pilih, lihat dipiring masih banyak ayam goreng" ayah menunjukkan ayam goreng itu, dipiring yang tersisa cuma kepala, dan kaki ayam goreng. aku lalu menagis " zakky kan suka sayap ayam goreng, zakky tidak mau makan kaki dan kepala ayam goreng, pokoknya zakky mau sayap ayam goreng"
"zakky, kita ini sedang makan. jangan bertingkah seperti itu, ayah tidak suka" bentak ayah kepada aku, aku lalu diam sambil memakan makanan itu.

by: jiki ramdani
0 Responses

Posting Komentar