jiki ramdani blog
hari ini langit tampak begitu mendung, aku melihat awan dilangit tampak menghitam. mungkinkah ini pertanda akan turun hujan? aku merasakan desiran angin yang berhembus begitu menyejukkan, terasa hingga kedalam pinggiran tulang-belulangku. aku bangun dari tidurku, aku menguap berkali-kali, aku berjalan ke arah akuarium ikan warna-warni yang aku letakkan didalam kamarku. betapa terkejutnya aku begitu melihat beberapa ekor ikan warna-warniku mati, hanya tersisa satu dua saja yang masih hidup. aku membulatkan kedua mataku yang bulat mencoba untuk meyakinkan bahwa apa yang aku lihat itu tidak benar, tubuhku terasa lemas. aku mendekati akuarium ikan warna-warni itu, aku menyentuh kaca akuarium itu sambil menunjuk kearah salah satu ikan kesayangan aku, si belang hitam dan si merah, mereka mati, mereka diam tak bergerak. aku sangat sedih lalu aku berlari kedalam gudang, duduk disudut tembok sambil memeluk kedua lututku. aku menangis sambil menahan isak tangis agar semua orang tidak tahu bahwa aku sedang menangis, aku tertunduk, airmataku terus saja berjatuhan, bagai air hujan yang turun begitu derasnya.
"zakky, acara televisi kesayanganmu sudah dimulai, lihat film kartun doraemonmu itu sudah dimulai" teriak ayah dari ruang keluarga.
biasanya begitu ayah memberitahukan bahwa film doraemon sudah dimulai aku langsung datang dengan tergesa-gesa, tunggu punya tunggu, ayah jadi penasaran ingin mencari zakky, tak seperti biasanya zakky absen dalam menonton film doraemon. ayah masuk kedalam kamar zakky" zakky, film doraemon kesayanganmu itu sudah dimulai, kenapa zakky belum juga keluar sih, dimana sih zakky sekarang, ayah tahu pasti zakky sedang mengumpat yah" ayahmengedarkan pandangan matanya kesegala penjuru kamar zakky, ayah mencari zakky didalam lemari baju, dibawah tempat tidur. hingga pandangan matanya tertuju kepada akuarium ikan warna-warni itu ayah terkejut, ayah mengamati ikan warna-warni itu dengan seksama"pasti zakky sedang menangis disuatu tempat" kata ayah, ayah langsung berlari mencari zakky, seluruh ruangan rumah sudah ayah masuki, cuma gudang belakang saja yang belum ayah masuki, ayah lalu masuk kedalam gudang belakang, ayah berjalan perlahan, samar-samar ayah mendengar suara zakky yang sedang menangis tersedu, suara tangis yang tertahan.
ayah mendapati zakky sedang duduk disudut tembok, kepala zakky menunduk. ayah mencoba berjalan pelan agar tidak megejutkan zakky, ayah membungkukkan badan lalu duduk didepan zakkky" ayah mengerti kenapa zakky menangis"kata ayah.
aku langsung mengangkat wajahku, dipeluknya ayah erat-erat, aku menangis sekuat-kuatnya didalam pelukan ayah. aku menangis lama sekali hingga baju kemeja ayah basah oleh air mata aku, ayah sesekali menciumi kedia pipiku yang basah bersimbah airmata.
"anak ayah yang tersayang jangan menangis dong, ayah juga jadi ikut sedih, sudah ya jangan menangis terus, ayah jadi sedih juga tau"
"uwaaaa uwaaaa uwaaaa zakky kehilangan ikan warna-warni zakky yang paling zakky sayangi, zakky sedih sangat, zakky benar-benar berduka, zakky kehilangan sangat "
"zakky jangan menangis sebegitunya ah, semua yang hidup pasti akan mati, zakky harus merelakan ikan warna-warni itu, ikan warna-warni itu juga sayang sangat sama zakky, sudah ya jangan menangis lagi, malu dong sama teman-teman zakky, zakky masih menangis kan zakky sudah besar sekarang"
aku terus menangis didalam pelukan ayah sekuat-kuatnya, ayah menggendong aku, ibu yang melihat aku tampak keheranan terlebih kakak arif
"waduh sikecil zakky menangis lagi ya, kalo setiap hari zakky menangis nanti seisi rumah ini akan kebanjiran" kata arif.
ibu mengusap kepala aku"kenapa sih zakky ?"tanya ibu kepada aku.
aku masih tetap menangis didalam pelukan ayah, ayah lalu menjawab pertanyaan ibu" ikan kesayangan zakky sebagian ada yang mati, zakky sangat sedih sekali, tuh lihat zakky menangis sampai membasahi baju ayah"
"zakky ini kalo menangis kuat sekali yah, sudah..sudah ..jangan menangis lagi..nanti baju ayah bisa basah kuyup" seru ibu.
" eh dengar tidak kata-kata ibu itu...zakky sudah dong jangan menangis terus, ayah jadi ingin menangis juga tau, ermmmm kalo zakky menangis terus nanti ayah tidak akan mengajak zakky jalan-jalan" kata ayah.
aku lalu berhenti menangis, wajah aku benar-benar basah oleh airmata, ibu menyeka wajahku dengan kain, ayah membereskan rambutku yang kusut. aku ditaruh diatas sofa, ayah mencium pipi aku sekali " nah kalo begini kan zakky jadi manis, wajah zakky basah kuyup, mana senyuman zakky yang manis itu, ayah ingin lihat?"pinta ayah lembut
aku mencoba mengembangakn seulas senyuman manis, ayah dan ibu tersenyum begitu melihat aku. kakak arif malah tertawa " ha ha ha ha ha ha zakky mirip seperti doraemon"
"iya, mirip juga sih" ayah menyambung kata-kata arif
"ermmm, iya mirip sekali"ibu ikut melanjutkan kata-kata ayah.
aku lalu menangis sambil berteriak" uwaa uwaa uwaa doraemonkan seekor robot kucing ajaib, dia punya kepala yang bulat, tubuh yang bulat..aku tidak mau disamakan dengan doraemon..uwaa uwaa uwaa uwaa uwaa kalian jahat uwaa uwaa uwaa uwaa" kata aku sambil menangis tersedu-sedu.
"ya ampun zakky malah menangis lagi, arif, ibu dan ayah cuma bercanda tau. zakky ini kuat sekali yah kalo menangis tuh, ermmm sayang zakky jangan menangis lagi dong."bujuk ayah.
arif malah menertawakan aku dari belakang punggung ibu.
***
by: jiki ramdani
0 Responses

Posting Komentar