jiki ramdani blog
"segumpalan kabut melayang ringan diatas tanah datar yang memanjang
kubangan rindu terkumpul diantara tulang tengkorak kepalaku
hati mengigau memanggil nama yang tercinta
ketika aku lelah berlayar menerobos samudra kabut
harus kemana aku berlabuh?"
***
hari ini aku sembuh dari sakit demamku, sudah seminggu lamanya aku terbaring dikamar. aku membuka kedua mataku, seberkas sinar matahari yang menerobos masuk melalui kaca jendela kamarku seolah memberiku tenaga untuk bangkit dari kesedihanku yang begitu memanjang. aku tidak tahu ini hari apa, aku berjalan masuk menyusuri setiap ruangan, aku tidak tahu apa yang sedang aku cari, aku merasa seolah kehilangan sesuatu, sesuatu yang begitu berharga dalam hidupku. aku mendesah ringan dengan penuh kesunyiaan batin.
"zakky sudah sembuh?"tanya ayah kepadaku.
ayah menyentuh kepalaku untuk memastikan apakah demamnya sudah hilang. ayah menyuruhku untuk duduk, aku terpaku menatap ayah, terkadang aku melihat ayah begitu sayang padaku dan terkadang juga aku melihat ayah begitu membenciku, sebenarnya apa yang telah mengubah ayah, aku seperti tidak mengenali ayahku sendiri. ayah dimana ayahku berada?
" zakky membenci ayah?" ayah menundukkan kepalanya kemudian melanjutkan kata-katanya lagi" iya..memang benar zakky sekarang membenci ayah ya..ayah tahu.." ayah tertawa sendiri.
aku diam tak berkata sedikit pun. ayah menatapku, ayah mengangkat daguku..kemudian entah apa yang akan dilakukan oleh ayah. warna muka ayah tiba-tiba berubah menjadi baik, ayah tersenyum. lalu ayah berkata " zakky mau bertemu sama ibu dan arif tidak? kalo mau, ayah akan mengantarkan zakky pergi kesurga, disana zakky akan bertemu ibu dan arif, zakky pasti rindu sangat kan sama ibu dan arif" suara ayah begitu aneh, tersenyum namun ada ketakutan terpancar dari wajahnya. aku mengangguk saja, maklum la aku baru berusia 6 tahun jadi aku tidak tahu apa-apa, aku masih sangat polos, dengan penuh kegembiraan aku berkata
" benarkah ayah akan membawa aku kesurga? surga itu terletak dinegara mana sih yah? zakky pernah mendengar kata surga tetapi zakky belum pernah melihat peta surga, memangnya surga itu jauh ya..tetapi kenapa ibu dan arif dimasukan kedalam tanah..apakah surga itu berada didalam tanah" kata-kataku terdengar polos, ayah tersenyum tetapi penuh kesedihan.
"iya surga itu jauh la...ibu dan arif sekarang tinggal disurga..surga itu tidak bisa dilihat...tetapi ayah tahu bagaimana caranya zakky bisa pergi kesurga...zakky benar-benar mau pergi kesurga?"ayah meyakinkan aku. aku menuruti saja kata-kata ayah dengan mengangguk.
lalu aku diajak ayah masuk kedalam dapur, disana ayah menyuruhku untuk meminum minuman yang telah disediakan oleh ayah, kata ayah minuman ini adalah minuman dari surga dan siapa saja yang meminumnya pasti akan bisa pergi kesurga. aku ragu untuk meminumnya. tiba-tiba jantungku berdegup begitu kencang, tanganku bergetar sangat hebat sekali, samar-samar aku mendengar ada seseorang yang membisikiku untuk tidak meminum minuman itu." jangan diminum zakky..jangan diminum..itu berbhaya..itu racun..itu racun" suara itu semakin lama semakin jelas terdengar ditelingaku. ayah terus membujukku untuk segera menghabiskan minuman itu, ayah terus memaksa aku untuk meminum minuman itu, lalu dengan tak sabar ayah membuka mulutku dengan kedua tangannya, ayah memasukan air racun kedalam mulutku, aku meronta-ronta, tubuhku terasa dicabik-cabik, mulutku mengeluarkan air busa, tubuhku kejang-kejang, ayah lalu memelukku sambil menangis pilu " zakky pasti akan kesurga, maafkan ayah ya anak ku..zakky pasti akan bertemu ibu dan arif disana...tidur la ya...ayah akan memelukmu agar zakky tidur panjang...zakky ingin berjumpa ibu dan arif kan" ayah memelukku erat-erat dan aku meregang nyawa didalam pelukan ayah, jantungku semakin lama semakin melemah, kepalaku pusing, pandangan mataku tampak mengabur, semua tiba-tiba kosong. dan aku merasa tercabut dari jasadku sendiri, sebelum aku menutup mata, aku mendengar ayah berteriak kesetanan " anakku zakky sudah mati...aku telah membunhnya...aku telah membunuh anakku sendiri..dia telah pergi...zakky anakku yang tersayang telah mati...aku telah membunhnya.." ayah berteriak, tubuh ayah lemas sekali. ayah memandangiku sambil menangis lalu ayah berlari membawa aku kerumah sakit. tubuh ayah gemetaran. dalam hati ayah terus berteriak " bangun zakky..bangun zakky...ayah hilaf..ayah hilaf..zakky harus hidup lagi..harus harus.." didalam rumah sakit aku dimasukkan kedalam ruangan gawat darurat. apakah aku sudah mati? entahlah ketika itu aku merasa seperti terbang kesuatu tempat, tempat yang begitu asing yang belum pernah aku temui, aku..entah berada dimana sekarang.


by: jiki ramdani
0 Responses

Posting Komentar